Aqiqah

Aqiqah

By Dapoer Aqiqah

Aqiqah

Aqiqah

Aqiqah A-Z tentang aqiqah

Aqiqah ditinjau dari berbagai aspek

Pada saat Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi Wa Sallam dilahirkan, Kakek beliau Abdul Muththalib mengaqiqahi beliau dengan seekor domba dan memberi nama beliau Muhammad. Ditanyakan kepadanya,”Wahai Abul Harits, mengapa engkau beri nama Muhammad (yang terpuji), dan tidak engkau beri nama yang sama dengan nama-nama leluhurnya?” Dia menjawab, ‘Aku ingin agar Allah memujinya di langit dan seluruh manusia memujinya di bumi”.

 

Aqiqah dikenal dalam syariat nabi Musa ‘alayhissalam. Dalam hadis dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu disebutkan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi Wa Sallam bersabda:

Orang-orang Yahudi mengaqiqahi anak laki-laki, tapi tidak mengaqiqahi anak perempuan. Aqiqahilah anak laki-laki dua ekor domba dan anak perempuan satu ekor domba”.

 

Aqiqah dalam Islam

Dasar hukum legal yang jelas mengenai aqiqah ditetapkan dalam As-Sunnah dalam pernyataan dan perbuatan Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi Wa Sallam. Berikut adalah hadis-hadis mengenai aqiqah tersebut:

Diriwayatkan oleh Bukhari dengan sanad dari Salman bin Amr Adh Dhabbi radhiyallahu’anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Sallallahu’alaihi Wa Sallam bersabda:

Seorang Anak terkait dengan aqiqah. Tumpahkanlah darah untuknya dan singkirkanlah kotoran darinya.

 

Dari Samurah radhiyallahu’anhu berkata: Rasulullah Sallallahu’alaihi Wa Sallam bersabda:

Setiap anak tergadaikan pada aqiqahnya; disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama

 

Dari Ummu Kurz Al-Ka’biyyah radhiyallahu’anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Sallallahu’alaihi Wa Sallam bersabda:

Untuk anak laki-lakinya dua ekor domba yang sama dan untuk anak perempuan satu ekor domba.

 

Dalam riwayat yang lain, Ummu Kurz Al-Ka’biyyah disebutkan bahwa dia bertanya kepada Rasulullah  Sallallahu’alaihi Wa Sallam tentang aqiqah. Beliau bersabda:

Benar, untuk laki-laki dua ekor domba dan untuk anak perempuan satu ekor. Tidak peduli domba-domba tersebut jantan atau betina.

 

Dari Yusuf bin Mahik berkata: Kami menemui Hafshah binti Abdurrahman dan bertanya kepadanya tentang aqiqah. Dia menjawab bahwa Aisyah memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah Sallallahu’alaihi Wa Sallam  bersabda:

Untuk anak laki-laki dua ekor domba dan untuk anak perempuan satu ekor.

 

Dalam riwayat lain disebutkan:

Bahwasanya Aisyah radhiyallahu’anha memberitahu mereka bahwa Rasulullah Sallallahu’alaihi Wa Sallam  memerintahkan mereka untuk anak laki-laki dua ekor domba yang sama dan anak perempuan satu ekor.

 

Dari Asma binti Yazid radhiyallahu’anha bahwasanya Nabi Sallallahu’alaihi Wa Sallam  bersabda:

Aqiqah adalah benar. Untuk anak laki-laki dua ekor domba yang sama dan anak perempuan satu ekor.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Sallallahu’alaihi Wa Sallam  bersabda:

Seorang anak terkait dengan aqiqahnya. Tumpahkanlah darah untuknya dan hilangkan kotoran darinya.

 

Dari Yazid bin Abd Al Muzani dari bapaknya bahwasanya Rasulullah Sallallahu’alaihi Wa Sallam bersabda:

Seorang anak boleh diaqiqahi, tetapi kepalanya jangan diolesi darah (hewan sembelihannya)

 

Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya radhiyallahu’anhu,;

Bahwasanya nabi Sallallahu’alaihi Wa Sallam  memerintahkan untuk memberi nama bayi pada hari ketujuh kelahirannya, membersihkan kotoran darinya dan menyembelih hewan.

 

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu bahwasanya Nabi Sallallahu’alaihi Wa Sallam  bersabda:

Pada hari ketujuh kelahirannya, tumpahkanlah darah untuknya, bersihkanlah kotoran darinya dan berilah dia nama.

 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu dari Nabi Sallallahu’alaihi Wa Sallam  bersabda:

Untuk anak laki-laki dua ekor hewan sembelihan dan untuk anak perempuan satu ekor.

 

CEK JUGA >>>

Sejarah Aqiqah

Sejarah Aqiqah

By Dapoer Aqiqah

Sejarah Aqiqah

Sejarah Aqiqah

Sejarah Aqiqah Lengkap

Seluk beluk mengenai Sejarah Aqiqah ditinjau dari berbagai aspek

 

Sejarah Aqiqah akan dijelaskan secara gamblang dan jelas sehingga anda bisa memahami bagaimana dan apa itu sejarah aqiqah, dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan akan dijabarkan dalam tulisan sejarah aqiqah ini. Artikel tulisan sejarah aqiqah ini didedikasikan bagi kita semua keluarga muslim agar mampu dan bisa menjalankan ibadah aqiqah dengan lebih mantap dan tentram sesuai syariah.

Sejarah Aqiqah sebelum Islam

Sejarah Aqiqah sebelum Islam dimulai dari sudah dikenalnya aqiqah di kalangan bangsa Arab di zaman jahiliyah. Menurut Al-Mawardi, “Aqiqah adalah domba yang disembelih pada hari kelahiran anak yang bangsa Arab sudah melakukannya sebelum datangnya Islam”.  Kemudian menurut Waliyullah Ad-Dahlawi menyatakan bahwa : “Perlu diketahui bahwa bangsa Arab pada masa jahiliyah sebelum Islam datang biasa melakukan aqiqah pada anak-anak mereka yang baru dilahirkan.

 

Aqiqah adalah perkara yang biasa dilakukan dan merupakan sunnah yang ditekankan pelaksanaannya (sunnah muakkadah). Pada aqiqah terdapat berbagai kemaslahatan finansial, psikologis dan sosial. Oleh karena itu, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam membiarkannya, mengerjakannya dan menganjurkannya kepada ummat untuk ikut melakukannya. Hal ini ditunjukan seperti pada yang terdapat pada Hadis dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya berkata: Aku mendengan bapakku (Burraidah Al-Aslami radhiyallahu’anhu) berkata: ” Di Zaman Jahiliyah, apabila salah seorang dari kami memperoleh anak, dia menyembelih seekor domba lalu melumuri kepala anaknya dengan darah domba tersebut. Setelah datangnya Islam, kami menyembelih domba dan mencukur rambut si anak, lalu mengolesi kepalanya dengan minyak za’faran (Minyak Jafaron adalah suatu  minyak aromatheraphy yang memiliki Aroma ‘pedas’ dipercaya untuk melengkapi keperluan mistis maupun hanya sekedar aromatheraphi.)

Sejarah Akikah

Sejarah Akikah

Kemudian diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi, Al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya Talkhish al Habir mengatakan ” Sanadnya Shahih”. Asy Syaikh Al-Albani mengatakan “Hasan Sahih”. Disahihkan juga oleh al Hakim dengan komentar”Sesuai dengan syarat periwayatan Bukhari dan Muslim. Komentarnya ini disepakati oleh Adz-Dzahabi. Asy-Syaikh menyatakan “Hanya sesuai dengan syarat periwayatan Muslim saja”.

 

Dalil yang lain adalah hadis Aisyah radiyallahu anha tentang aqiqah. Dia katakan ” Masyarakat Jahiliyah biasa mengambil darah hewan aqiqah dengan kapas, kemudian mengoleskannya ke kepala bayi. Rasulullah Shallallahu alayhi Wa Sallam memerintahkan untuk mengganti darah itu dengan minyak wangi”. Diriwayatkan oleh Baihaqi, An-Nawawi berkomentar sanadnya Shahih.

Sejarah aqiqah lainnya

Salah satu tradisi yang berlangsung sejak dahulu dan juga dipraktikkan oleh Rasulullah Shallallahu alayhi Wa Sallam, adalah aqiqah. aqiqah dalam istilah agama berarti penyembelihan hewan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerahnya, dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama, aqiqah disebut dengan nasikah atau dzabihah, yaitu binatang yang disembelih.

Tradisi ini biasanya digelar dan dianjurkan pada hari ketujuh, ke-14, ke-20, atau hari kapan saja saat keluarga merasa sudah siap (mampu). Kemudian, daging aqiqah itu disedekahkan kepada fakir miskin, sebagaimana halnya daging kurban.

Kendati tidak banyak literatur yang menyebutkan, kemungkinan tradisi aqiqah ini berakar dari sejarah kurban Nabi Ibrahim Alayhi wa Sallam. Syariat aqiqah sendiri telah dikenal dan biasa dilakukan orang sejak zaman jahiliyah, namun dengan cara yang berbeda dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu alayhi Wa Sallam kepada umat Islam.

Cek Juga >>>>

 

 

 

 

 

 

 

Aqiqah Adalah

Aqiqah Adalah

by Dapoer Aqiqah

Aqiqah adalah

Aqiqah adalah

Pengertian Aqiqah Adalah

Penjelasan dan pengertian aqiqah adalah berdasarkan berbagai aspek

 

Aqiqah adalah rambut yang sudah tumbuh di kepala bayi ketika dilahirkan. Dinamakan demikian, karena rambut tersebut membelah kulit. Imru’ul Qais mengatakan dalam syairnya:

Hai Hindun, jangan menikah dengan orang tolol itu!

Rambut bayinya belum dicukur dan kulitnya belang!

 

Aqiqah adalah diambil dari kata aqqo-yaiqqu-yaaqqo. Aqiqah adalah dikatakan aqqo anibnii, artinya mencukur rambut kepala anaknya atau menyembelih domba yang juga dinamakan aqiqah. Ibnul Manzhur mengatakan bahwa “Domba yang disembelih juga dinamakan aqiqah. Sebab, domba tersebut disembelih dan dibelah tenggorokannya serta kedua pembuluh darahnya, seperti aldzabbhu yang artinya membelah, yang juga digunakan sebagai nama hewan sembelihan.

 

Aqiqah adalah menurut Al-Jauhari yang mengatakan bahwa “Setiap rambut yang sudah tumbuh di kepala bayi ketika dilahirkan, baik bayi manusia atau hewan dinamakan aqiqah. Darisini domba yang disembelih pada hari ketujuh kelahirannya juga dinamakan sebagai aqiqah”.

 

Aqiqah adalah menurut Imam An-Nawawi mengatakan bahwa Imam Abu Manshur Al-Azhari mengatakan bahwa Abu Ubaid berkata bahwa Al-Ashma’i dan lain-lain mengatakan : “Arti dasar aqiqah adalah rambut yang sudah tumbuh di kepala bayi ketika baru dilahirkan. Kemudian, domba yang disembelih untuk bayi itu juga dinamakan aqiqah. Karena rambut sang bayi tersebut dicukur ketika domba tersebut disembelih. Oleh karena itu, dalam hadis disebutkan bahwa “Bersihkanlah kotoran darinya”, maksudnya aqiqah adalah rambut yang dicukur tersebut. Dia lanjutkan, Demikianlah saya jelaskan kepada anda bahwa para ulama biasa memberikan nama sesuatu dengan nama yang lain apabila masih ada sangkut pautnya dengan sesuatu tersebut. Seperti domba dinamakan aqiqah karena dicukurnya rambut sang bayi. Abu Ubaid mengatakan ‘Demikian juga setiap bayi hewan yang baru dilahirkan. Rambut yang ada dinamakan aqiqah.

 

Aqiqah adalah menurut Al Azhari menyatakan bahwa rambut hewan tersebut dinamakan aqiq tanpa huruf ta marbutoh. Al Azhari melanjutkan arti dasar dari kata aqiqah adalah membelah atau memotong. Rambut yang sudah tumbuh bersama dengan seorang bayi yang baru lahir dari kandungan ibunya dinamakan aqiqah. Sebab, jika berada diatas kepala bayinya harus dicukur. Sedangkan pada bulu hewan maka akan rontok sendirinya. Lalu, hewan yang disembelih juga dinamakan aqiqah, karena hewan tersebut dibelah lehernya ketika disembelih.

 

Aqiqah adalah menurut Ibnu Sukait : Seseorang mengaqiqahi anaknya, artinya dia menyembelih hewan di hari ketujuh kelahiran anaknya.

 

Para ulama ahli fikih mengatakan beberapa definisi aqiqah adalah sebagai berikut:

Imam Al-Baghawi mengatakan “yaitu nama hewan yang disembelih untuk bayi yang baru dilahirkan.

Al Hafizh Al Iraqi mengatakan “aqiqah adalah hewan yang disembelih untuk bayi yang baru lahir”

Ibnu Arafah Al maliki mengatakan “aqiqah adalah domba jantan atau betina yang disembelih untuk dipergunakan sebagai sarana ibadah dengan syarat tidak cacat dan disembelih pada hari ketujuh kelahiran bayi manusai yang lahir dalam keadaan hidup”

 

Hukum Aqiqah

Hukum Aqiqah

By Dapoer Aqiqah

Hukum Aqiqah dalam perspektif Hukum Islam

Tinjauan hukum aqiqah menurut riwayat hadis yang sahih

Hukum Aqiqah

Hukum Aqiqah

 

Hukum Aqiqah Dalam Islam

 

Apa itu yang dimaksud dengan Aqiqah?

Akikah atau Aqiqah adalah sebuah syukuran atau perayaan dengan ditandai penyembelihan hewan domba. Penyembelihan ini adalah bukti perwujudan rasa syukur atas kelahiran buah hati tercinta yang baru saja lahir. Adapun syarat penyembelihan hewan domba yang disembelih untuk anak perempuan dan lelaki pun berbeda. Satu ekor hewan domba untuk aqiqah anak bayi perempuan dan dua ekor domba untuk aqiqah anak laki-laki.

 

Aqiqah adalah ibadah sunah salah satu hal yang disyariatkan dalam agama Islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah:

Hadis Rasulullah SAW, “Setiap anak tertuntut dengan Aqiqahnya”.

Ada Hadis lain yang menyatakan, “Anak laki-laki Aqiqahnya dengan dua ekor domba sedang anak perempuan aqiqahnya dengan satu ekor domba”.

Status hukum aqiqah adalah sunnah. Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Malik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yang mengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama. Dan seandainya aqiqah wajib, maka Rasulullah SAW juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.
Beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri, juga Imam Laits, berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib. Pendapat ini berdasarkan atas salah satu Hadis di atas, “Kullu ghulamin murtahanun bi ‘aqiqatihi’ artinya (setiap anak tertuntut dengan Aqiqahnya), mereka berpendapat bahwa Hadis ini menunjukkan dalil wajibnya Aqiqah dan menafsirkan Hadis ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia diaqiqahi. Ada juga sebagian ulama yang mengingkari disyariatkannya aqiqah, tetapi pendapat ini tidak berdasar sama sekali. Dengan demikian, pendapat mayoritas ulama lebih utama untuk diterima karena dalil-dalilnya, bahwa aqiqah adalah sunnah.

 

DEFINISI AQIQAH
Sebelum kita membicarakan lebih jauh mengenai hukum aqiqah, maka dalam tulisan ini kita memaparkan apa itu definisi daripada aqiqah. Menurut etimologis lughawi ibadah aqiqah bisa diartikan dengan memotong. Aqiqah ini dalam bahasa arabnya al-qat’u atau sebuah istilah untuk rambut di kepala seorang bayi yang baru dilahirkan.

Adapun menurut tinjauan terminologi syariah fiqih, yang dimaksud dengan aqiqah adalah hewan yang dikorbankan untuk disembelih sebagai bentuk perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT atas diberikan-Nya buah hati tercinta. Baik itu buah hati lahirnya berjenis kelamin laki-laki ataupun wanita.
Selanjutnya, ketika kita telaah di dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib Imam Al-Ghazi mendefinisikan aqiqah sebagai berikut:

(الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع)

artinya: Domba yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh setelah kelahirannya.

 

cara-memandikan-bayi-baru-lahir

Hukum Aqiqah

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai hukum aqiqah dan hal ihwal penting yang berhubungan dengan hukum aqiqah. Yang ditinjau dari berbagai aspek sahih mengenai hukum aqiqah ini. Semoga membantu Anda yang sedang mencari informasi mengenai hukum aqiqah dan akan menjalankan ibadah sunah aqiqah seperti dari hadis nabi mengenai aqiqah sebagai berikut:

Hadis dalam Sahih Bukhari

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

Artinya: Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya

 

DALIL AQIQAH

Dalil aqiqah merupakan dasar hukum yang dirujuk ketika menjalankan aqiqah adalah beberapa hadis sebagai berikut dibawah ini:

Hadis Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadis shahih menurut Tirmidzi.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى
Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama

Hadis riwayat Malik dan Ahmad

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً.
Artinya: Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain kemudian ia bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya.

Hadis riwayat Abu Daud

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ
Artinya: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor domba yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor domba untuk bayi perempuan.

Hadis riwayat Abu Daud
أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا
Artinya: Nabi beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing seekor domba kibas.

Hadis riwayat Abu Daud dan Nasai

مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ
Artinya: Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor domba yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor domba

CEK JUGA >>>

 

Copyright @ Hukum Aqiqah