Hukum Aqiqah

Hukum Aqiqah

By Dapoer Aqiqah

Hukum Aqiqah dalam perspektif Hukum Islam

Tinjauan hukum aqiqah menurut riwayat hadis yang sahih

Hukum Aqiqah

Hukum Aqiqah

 

Hukum Aqiqah Dalam Islam

 

Apa itu yang dimaksud dengan Aqiqah?

Akikah atau Aqiqah adalah sebuah syukuran atau perayaan dengan ditandai penyembelihan hewan domba. Penyembelihan ini adalah bukti perwujudan rasa syukur atas kelahiran buah hati tercinta yang baru saja lahir. Adapun syarat penyembelihan hewan domba yang disembelih untuk anak perempuan dan lelaki pun berbeda. Satu ekor hewan domba untuk aqiqah anak bayi perempuan dan dua ekor domba untuk aqiqah anak laki-laki.

 

Aqiqah adalah ibadah sunah salah satu hal yang disyariatkan dalam agama Islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah:

Hadis Rasulullah SAW, “Setiap anak tertuntut dengan Aqiqahnya”.

Ada Hadis lain yang menyatakan, “Anak laki-laki Aqiqahnya dengan dua ekor domba sedang anak perempuan aqiqahnya dengan satu ekor domba”.

Status hukum aqiqah adalah sunnah. Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Malik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yang mengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama. Dan seandainya aqiqah wajib, maka Rasulullah SAW juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.
Beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri, juga Imam Laits, berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib. Pendapat ini berdasarkan atas salah satu Hadis di atas, “Kullu ghulamin murtahanun bi ‘aqiqatihi’ artinya (setiap anak tertuntut dengan Aqiqahnya), mereka berpendapat bahwa Hadis ini menunjukkan dalil wajibnya Aqiqah dan menafsirkan Hadis ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia diaqiqahi. Ada juga sebagian ulama yang mengingkari disyariatkannya aqiqah, tetapi pendapat ini tidak berdasar sama sekali. Dengan demikian, pendapat mayoritas ulama lebih utama untuk diterima karena dalil-dalilnya, bahwa aqiqah adalah sunnah.

 

DEFINISI AQIQAH
Sebelum kita membicarakan lebih jauh mengenai hukum aqiqah, maka dalam tulisan ini kita memaparkan apa itu definisi daripada aqiqah. Menurut etimologis lughawi ibadah aqiqah bisa diartikan dengan memotong. Aqiqah ini dalam bahasa arabnya al-qat’u atau sebuah istilah untuk rambut di kepala seorang bayi yang baru dilahirkan.

Adapun menurut tinjauan terminologi syariah fiqih, yang dimaksud dengan aqiqah adalah hewan yang dikorbankan untuk disembelih sebagai bentuk perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT atas diberikan-Nya buah hati tercinta. Baik itu buah hati lahirnya berjenis kelamin laki-laki ataupun wanita.
Selanjutnya, ketika kita telaah di dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib Imam Al-Ghazi mendefinisikan aqiqah sebagai berikut:

(الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع)

artinya: Domba yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh setelah kelahirannya.

 

cara-memandikan-bayi-baru-lahir

Hukum Aqiqah

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai hukum aqiqah dan hal ihwal penting yang berhubungan dengan hukum aqiqah. Yang ditinjau dari berbagai aspek sahih mengenai hukum aqiqah ini. Semoga membantu Anda yang sedang mencari informasi mengenai hukum aqiqah dan akan menjalankan ibadah sunah aqiqah seperti dari hadis nabi mengenai aqiqah sebagai berikut:

Hadis dalam Sahih Bukhari

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

Artinya: Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya

 

DALIL AQIQAH

Dalil aqiqah merupakan dasar hukum yang dirujuk ketika menjalankan aqiqah adalah beberapa hadis sebagai berikut dibawah ini:

Hadis Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadis shahih menurut Tirmidzi.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى
Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama

Hadis riwayat Malik dan Ahmad

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً.
Artinya: Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain kemudian ia bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya.

Hadis riwayat Abu Daud

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ
Artinya: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor domba yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor domba untuk bayi perempuan.

Hadis riwayat Abu Daud
أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا
Artinya: Nabi beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing seekor domba kibas.

Hadis riwayat Abu Daud dan Nasai

مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ
Artinya: Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor domba yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor domba

CEK JUGA >>>

 

Copyright @ Hukum Aqiqah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *