Tag Archive for sejarah akikah

Sejarah Aqiqah

Sejarah Aqiqah

By Dapoer Aqiqah

Sejarah Aqiqah

Sejarah Aqiqah

Sejarah Aqiqah Lengkap

Seluk beluk mengenai Sejarah Aqiqah ditinjau dari berbagai aspek

 

Sejarah Aqiqah akan dijelaskan secara gamblang dan jelas sehingga anda bisa memahami bagaimana dan apa itu sejarah aqiqah, dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan akan dijabarkan dalam tulisan sejarah aqiqah ini. Artikel tulisan sejarah aqiqah ini didedikasikan bagi kita semua keluarga muslim agar mampu dan bisa menjalankan ibadah aqiqah dengan lebih mantap dan tentram sesuai syariah.

Sejarah Aqiqah sebelum Islam

Sejarah Aqiqah sebelum Islam dimulai dari sudah dikenalnya aqiqah di kalangan bangsa Arab di zaman jahiliyah. Menurut Al-Mawardi, “Aqiqah adalah domba yang disembelih pada hari kelahiran anak yang bangsa Arab sudah melakukannya sebelum datangnya Islam”.  Kemudian menurut Waliyullah Ad-Dahlawi menyatakan bahwa : “Perlu diketahui bahwa bangsa Arab pada masa jahiliyah sebelum Islam datang biasa melakukan aqiqah pada anak-anak mereka yang baru dilahirkan.

 

Aqiqah adalah perkara yang biasa dilakukan dan merupakan sunnah yang ditekankan pelaksanaannya (sunnah muakkadah). Pada aqiqah terdapat berbagai kemaslahatan finansial, psikologis dan sosial. Oleh karena itu, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam membiarkannya, mengerjakannya dan menganjurkannya kepada ummat untuk ikut melakukannya. Hal ini ditunjukan seperti pada yang terdapat pada Hadis dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya berkata: Aku mendengan bapakku (Burraidah Al-Aslami radhiyallahu’anhu) berkata: ” Di Zaman Jahiliyah, apabila salah seorang dari kami memperoleh anak, dia menyembelih seekor domba lalu melumuri kepala anaknya dengan darah domba tersebut. Setelah datangnya Islam, kami menyembelih domba dan mencukur rambut si anak, lalu mengolesi kepalanya dengan minyak za’faran (Minyak Jafaron adalah suatu  minyak aromatheraphy yang memiliki Aroma ‘pedas’ dipercaya untuk melengkapi keperluan mistis maupun hanya sekedar aromatheraphi.)

Sejarah Akikah

Sejarah Akikah

Kemudian diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi, Al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya Talkhish al Habir mengatakan ” Sanadnya Shahih”. Asy Syaikh Al-Albani mengatakan “Hasan Sahih”. Disahihkan juga oleh al Hakim dengan komentar”Sesuai dengan syarat periwayatan Bukhari dan Muslim. Komentarnya ini disepakati oleh Adz-Dzahabi. Asy-Syaikh menyatakan “Hanya sesuai dengan syarat periwayatan Muslim saja”.

 

Dalil yang lain adalah hadis Aisyah radiyallahu anha tentang aqiqah. Dia katakan ” Masyarakat Jahiliyah biasa mengambil darah hewan aqiqah dengan kapas, kemudian mengoleskannya ke kepala bayi. Rasulullah Shallallahu alayhi Wa Sallam memerintahkan untuk mengganti darah itu dengan minyak wangi”. Diriwayatkan oleh Baihaqi, An-Nawawi berkomentar sanadnya Shahih.

Sejarah aqiqah lainnya

Salah satu tradisi yang berlangsung sejak dahulu dan juga dipraktikkan oleh Rasulullah Shallallahu alayhi Wa Sallam, adalah aqiqah. aqiqah dalam istilah agama berarti penyembelihan hewan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerahnya, dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama, aqiqah disebut dengan nasikah atau dzabihah, yaitu binatang yang disembelih.

Tradisi ini biasanya digelar dan dianjurkan pada hari ketujuh, ke-14, ke-20, atau hari kapan saja saat keluarga merasa sudah siap (mampu). Kemudian, daging aqiqah itu disedekahkan kepada fakir miskin, sebagaimana halnya daging kurban.

Kendati tidak banyak literatur yang menyebutkan, kemungkinan tradisi aqiqah ini berakar dari sejarah kurban Nabi Ibrahim Alayhi wa Sallam. Syariat aqiqah sendiri telah dikenal dan biasa dilakukan orang sejak zaman jahiliyah, namun dengan cara yang berbeda dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu alayhi Wa Sallam kepada umat Islam.

Cek Juga >>>>